ME AND RIO
Setelah sahabat kecil ku ian pergi meninggalkan aku untuk selama-lama nya, Riolah yang menggantikan ian dalam hidup ku, kini rio menjadi pasangan ku. rio yang dapat buat ku hidup kembali dari kesedihan dan kami pun akhirnya lulus, seandainya ian ada di sini mungkin kelulusan ini lebih berguna. aku dan rio pun satu kampus namun beda jurusan. rio mengambil desain grafis, dan aku mengambil periklanan. aku dan rio adalah pasangan terromantis. aku yang terkenal cewek tercantik dan terpintar, rio sebagai cowok perfect dan di rebutan beratus-ratus cewek. suatu hari rio bercerita tentang ian tanpa sengaja, dan cerita-cerita itu sama sekali belum aku ketahui, ternyata tanpa ku ketahui hubungan kita sangat di restui ian, yang rela melepaskan aku peri kecilnya demi pangeran yang sangat mencintai peri kecilnya. ian pun ternyata sengaja menjauhi aku karena tidak mau mengganggu hubungan aku dan rio, kata rio pun ian sangat sayang sama aku dan ingin sekali melihat aku bahagia dan sukses di masa depan nanti. ian menjauhi aku dan membuat aku pacaran sama rio, karena ian nggak mau melihat aku jatuh cinta padanya dan sedih karena nantinya dia akan meninggalkan aku untuk selama-lamanya. tanpa ku sadari aku mengeluarkan air mata.
“ kamu nggak kenapa-kenapa khan..” aku hanya melihat rio dan aku lari ke taman deket kampus ku. aku di situ hanya menangis.
“ cha maaf ya aku nggak ada maksud untuk..” aku langsung memeluk rio.
“ kamu nggak ada mata kuliah..” aku melepaskan pelukan ku. aku hanya diam.
“ sayang, aku Tanya,.. kamu nggak ada mata kuliah…kok diem di tanyain..”
“ nggak mau belajar ah,…”
“ kamu nggak boleh gitu,..ini tuh kuliah bukan SMA kamu nggak bisa seenaknya..”
“ udah ya aku mau pergi..”
“ nah gitu dong mau masuk ke kelaskan..”
“ enggak mau pulang..” aku langsung pergi,dan langsung memanggil taksi. Tak lama rio menelfon ke ponsel ku, tak ku angkat dan langsung ku non aktifkan. malam nya sekitar jam 7 malam rio datang ke rumah aku.
“ eh yo”
“ kenapa tadi aku telfon di matiin..”
“ lobet…” rio hanya mengangguk.. Aku langsung nonton lagi. tanpa peduli rio ada disamping ku.dan aku menatap rio.
“ kenapa cha..”
“ehmm..nggak aneh ngga aneh ajaa.”
“ udah nonton aja,.. eh iya rio mau minum apa “
“apa aj asal jangan racun tikus..” aku yang langsung mengambil minuman itu dan ku berikan ke rio.
“ ri,besok aku ada pemotretan..”
“ hahhh..pemotretan..” rio hanya diam dan menonton tv.
“ bilang dong kalau aku nggak boleh jadi model..”
Aku langsung lari ketaman rumah ku yang luas.aku baru sadar bunga yang cinta yang tadinya 2 menjadi 3 mungkin hadirnya rio.aku tersenyum.
“ternyata ian yang childish bisa membuat kenangan terindah buat peri kecilnya..” rio duduk di samping ku.
“ cha..”aku langsung bertatapan dengan rio
“ bisa nggak aku ngegantiin ian di hati kamu..”
“ rio..aku dan ian memang sudah terikat batin kasih sayang sebagai sahabat..aku juga nggak bisa bilang kalau kamu nggak bisa ngegantiin ian di hati ku..”
“aku ngerasa kalau kamu…!!!!”aku langsung berdiri dan membelakangi rio.
“kamu mau bilang kalau aku nggak sayang sama kamu,ngapain aku sampai berantem sama ian gara-gara kamu,dan aku juga nggak tau sebesar apa sayang kamu ke aku..”
“ maaf cha,kamu bener aku nggak akan bisa ada di hati kamu untuk ngegantiin iann”
“ pliss..pliss rio jangan ungkit ian lagi,kamu piker aku udah total ngelupain ian,,belum ri..”
“ maafin aku,aku terlalu memaksakan ini semua karena aku ngga mau melihat kamu sedih dan aku pengen kamu kembali kea cha yang dulu”
Aku mengusap air mata rio.aku tersenum dan rio langsung mencium bibir ku dengan kehangatan.dengan di saksikn bulan dan bintang.ke esokan pagi rio menjemputku dengan motornya.tumben aja katanya sih dia udah bosen sama mobilnya.kita pergi ke makam ian dan membawa kue tart karena tanggal 11 juni ian ulang tahun,yang ku 17 tahun,ya dia memang masih kecil tapi pintar buktinya 17 tahun udah lulus.
Rio selalu ingin menjadi yang terbaik di hatiku,dari di mulai kelas 3 SMA dia selalu ngedeketin aku walaw selalu di sewotin sama Ian.waktu ian meninggal dia sangat sabar menghadapi aku yan nagis terus-menerus.rio….hanya rio yang selalu ada di samping aku di saat aku sedih,bahagia,gundah,atau pun stress.namun a-u semakin takut kehilangan rio ketika rio masuk ruang ICU karena tertabrak mobil dengan kecepatan yang sangat tidak normal.aku yang resah sendiri tanpa ada orang di sisi ku aku takut yang ke dua kalinya aku kehilangan orang yang aku sayang,tiba-tiba dokter itu keluar.
“ dok gimana ke adaan rio..” dokter itu hanya diam dan takut mengatakan semua ini.
“bicara dok,saya akan terima semuanya kok”
Tiba-tiba suster itu memberi secarik kertas,kertas itu dari rio.
“ nak acha sabar ya..”
Au melihat seserang itu terbaring di tempat tidur dan di tutupi kain kafan”
“riiiiooooooooo……kenapa ini musti terjadi..”aku hanya duduk lemas di hadapan dokter itu membantu aku untuk bangun,dan duduk di kursi.aku membaca surat itu.
Surat dari rio
Cha, ku kira dulu kau dengannya berhubungan tapi setelah ku tau dari ian ternyata kau hanya seorag peri kecilnya, yang selau mencintai peri kecilnya, sifat ku yang dingin terhadap cewek itu adalah karena aku hanya ingin kamu yang ada di hati ku, aku rela jaga kamu 24 jam non stop supaya kamu bahagia karena aku dan ian nggak ingin melihat kamu sedih. maaaaff… banget cha suatu saat nanti aku di jemput untuk menyusul ian dan aku harus meninggalkan mu, namun hati ku akan selalu ada untuk malaikat kecil ku.. acha sayang jangan menagis karena banyak yang menuggu senyum mu.jangan menodai pipi kamu itu karena kamu nggak pantes untuk menagis.
ACHA MAFAICHA DWIATAMA
IAN ALJIARAN DWI TOMO
DAN…….
RIO RASULINO SAPUTRA
Kita adalah cinta sejati dunia
Semangat acha
Aku sedikit lega dengan surat ini. aku pun nggak mau terlalu cepat mencari cowok karena cinta ku masih abadi hanya untuk ian dan rio.
06.15
06.14
acrifin
Acha seorang siswa disekolah SMA unggulan sejakarta, acha yang mempunyai watak lembut tapi kekanak-kanakan acha dan suka slebor dan semaunya sendiri. acha mempunyai tubuh ideal, rambut panjang hitam namun selalu di kuncir satu, berpakaian modis dan sangat pintar dia mempunyai sahabat yang sangat kekanak-kanakan tapi sangat perhatian dan sayang banget sama acha.
Setiap pagi acha selalu bareng sama ian sahabat masa kecilnya itu. yang bernama ian. ian juga slebor dan ian mempunyai wajah tampan dan sederhana, ian paling suka makan permen loly pop rasa strawberry dan kacang kulit. suatu hari ian memakan kacang kulit di meja acha dan ian lupa membersihkan meja itu sehingga membuat acha marah padanya..
Iaaaaan…..!!!!!!!
Teriak ku kearah ian yang sedang bermain dengan temannya di depan kelas. Ian yang telah memberantaki meja ku dengan bungkus kacang plus kulit-kulit kacangnya, yang dia selalu beli selagi berangkat bersama ku.
“..kenapa cha..”
ian yang berbicara polos pada ku sambil mengemut permen lolly popnya itu dan dasi yang di ikat di kepala dan juga baju yang berantakan tapi tetep luchu..
“ ..apa loe masih nanya kenapa...!!! ” Ian yang masih nggak mengerti dan terus menatap ku…
“ loe nggak sadar udah ngeberantakin meja gue….” aku menunjuk kearah meja ku yang berantakan itu.
“ ooohhh maaf ya cha..” ian langsung membersihkan meja ku dan setelah selesai dia pergi dan bermain lagi. Tak lama bel masuk bunyi.
“ ian maafin gue tadi gue kan…”
“ iya gue ngerti loe ngga suka kan meja loe berantakan khan..udalah biasa aja..”
“ iya tapi gue..”
“ iya santai aja lah cha, loe kaya baru kenal gue berapa hari sih..”
Tak lama guru datang dan mengumumkan sesuatu
“ pagi anak-anak…”
“ pagi bu..”
“ hari ini ada kabar gembira mau tau nggak..”
“ apa bu.. besok libur…apa gratis spp selama kelas tiga..” kelas ramai ketika ian berbicara sepolos itu.
“ nggak ian kita dapat teman baru lho..”
“ iya bu siapa, cewek, cantik nggak..” sahut ian yang dari tadi nyeplos aja ketika bu vina berbicara..
“ rio masuk..” bu vina memanggil rio,… ketika rio masuk seluruh anak cewek terbengong termasuk acha yang dari tadi kepergok sama ian melihat rio dan acha saling melihat dan tersenyum… rio yang punya style modis dan muka yang fresh yahh bisa-bisa ketenaran ian turun..
“ cha loe jatuh hati sama tuh anak baru..” acha yang kaget mendengar ian berbicara seperti itu..
“ ahh..apa…eeenngggaaa”
“ engga salah lagi kan..” ledek ian
“ apa sih ian..” aku tertunduk malu saat ian berbicara seperti itu
Tiba-tiba rio ada di depan ku, emmm maksudnya rio duduk tepat di depan aku. akhirnya bel istirahat tiba..
“ cha jajan yu..” ian yang menarik aku secara tiba-tiba yahh seakan-akan aku tidak di izinkan untuk ngobrol sama rio..
“ loe tuh kenapa sih ian dari tadi kasar ma gue..”
“kasar bukannya yang dari tadi bikin gue kesel loe..”
“ gue..maksud loe..”
“ ahh udah lupain aja “ selesai makan aku dan ian kembali kekelas tiba-tiba rio menjegat ku.
“ boleh kenalan nggak..”
“ ngapain loe sok kenal banget sih, nih gue kasih tau ya gue ian dan ini acha udahkan..” ian menarik tangan ku dan meninggalkan rio yang masih berdiri.
“ loe apa-apaan sih yan..”
“ kenapa ngga suka yau dah sana samperin aja..” ian yang terdiam dan langsung membaca komik kesayangannya..tiba-tiba bel bunyi. Ian pergi githu aja.
“ hai cha..” rio yang tiba-tiba ada di samping ku mengagetkan aku
“ eh rio kenapa..”
“ ian nggak suka ya sama gue..”
“ nggak ahh biasa aja ian emang anaknya sensitive banget kenapa tadi loe tersinggung sama dia..”
“ ya dikit sihh..”
“ iya duhh maafin ian ya dia emang gitu pemikirannya masih kaya anak kecil..”
“ tau banget, cowok loe ya..” aku hanya tersenyum dan tak lama guru masuk tapi kenapa ian masih belum datang ya. sampai bel pulang ian belum datang juga ian kemana ya..akhirnya aku menunggu di depan gerbang sampai rio menawarkan aku ikut dengan nya
“ cha loe nungguin ian ya..”
“ iya nih ri, ian kemana ya…”
“ udah bareng ma gue aja..” rio menawarkan naik ke mobil vw hitamya yang di modif abis-abiasan itu.
“ nggak ah… gue nggak tega nih tasnya ma gue..”
“ oh..dia di uks cha..”
“ hah…kenapa loe ngga bilang dari tadi malah gue di ajak pulang sama loe jahat loe..” aku langsung lari setelah sampai uks ian terbaring lemas.
“ ian...” aku yang cemas dengan keadaan dia. Kata penjaga uks udah 3 jam ian pingsan, aku semakin cemas.
“ ian plisss bangun dong…”
Tak lama ian bangun dan mengusap pipi ku.
“ cha…maafin sikap gue ya..”
“ ian udahlah, lagian salah loe apa, harusnya gue yang minta maaf yaa….”
Ian tersenyum dan aku mencoba membantu membangunkan ian.
“ cha… jujur sama gue dong..”
“ apa…”
“ loe…suka …samaa…”
“ gue..!!!suka,sama siapa..”
“ rio..”
“ hah engga sama sekali deh…” aku yang menjawab kesel karena tadi rio malah ngajak gue pulang bareng padahal ian sahabat ku terbaring lemas tak berdaya di sini..
“ kenapa cha..”
“ nggak kesel aja..”
“ sama siapa..”
“ siapa lagi cowok nyebelin itu..”
“ siapa gue..”
“ kok loe,…sihh”
“ trus siapa dong..”
“ rio lah..”
“ hah rio..yakin walafiat loe cha..” muka ian yang kaget seakan-akan dia udah sembuh dari sakitnya.
“ kenapa sih loe ian..” ian hanya terdiam dan mengambil tas dan pulang setelah aku sampai di rumah aku masih bingung sama ian yang makin nggak jelas.
ke esokannya ian duduk diseberang dari tempat duduk aku.
“ ian jajan yuu.”
“nggak ah males duluan aja cha..” muka ian yang tanpa ekspresi dan cuek buat ku kesal dan pergi gitu aja. Aku ke kantin membeli baso dan es teh dan es jeruk satu.
“ HAI….ACHAAA…!!!..” LULU sahabatku tiba-tiba mengagetkanku sampai-sampai aku ke selek dengan baso yang super jumbo dan kuah yang pedesnya dapat merusak tenggorokan ku.
“ HEH… loe mau bunuh gue sama ne baso hah,,!!!...gila loe ya…” aku yang langsung meminum es teh.
“ maaf deh cha gue nggak sengaja..” lulu yang merasa bersalah dan muka yang polosnya itu membuat ku tertawa..
“ kok ketawa sih emang ada yang lucu ya..”
“ engga kok..” tiba-tiba ian datang dan duduk di sebelah aku
“ ian…” aku yang tersenyum padanya dan ia tak menanggapinya
“ kenapa loe otak loe nggak rusak kan..”
“ ihh napa loe…” aku yang menjawab dengan sinis
“ yee tadi yang ngeliat gue aneh itu siapa sihhh..”
“ PEDE BANGET LOEEEE….” aku yang langsung makan tanpa memperdulikan muka dia seperti apa.
“ emmm berarti setan dong,… teruss… yang di sukai rio ternyata setan toh…kasian ya… rio..rio..kadang-kadang loe aneh juga ya…”
“ apa ian loe ngomong apa sihh..”
“ loe denger cha..”
“ TAU AHHH…TERSERAH LOE..” aku langsung memakan baso lagi.
“ cha …suatu saat loe jadian ma rio loe bakal lupa ma gue nggak..”
“ pertanyaan loe aneh ian..”
“ aneh apa, orang rio sayaaaaangg banget sama loe..”
“ udah deh ngga usah bikin gue senang, mending loe pergi dan jangan ngegosip sana-sini ya..”
“ ok terserah… CAPEK GUE NGOMONG SAMA LOE..”
Akhirnya ian menghilang gitu aja. akhirnya aku mencari ian dimana-mana tak ada hingga aku melihat dari jendela kelas ku ian sedang membaca buku.aku masuk dan memanggil ian pelan-pelan.
“ ada apa cha..”
“ boleh nanya nggak..”
“ boleh tapi khusus rio nggak..”
“ yahhh…ian loe marah ma gue ya….”
“ enggak..”
“ trus kenapa..”
“ dah loe mau nanya apa dari tadi bisanya ngerayu gue..”
“ yee…, ian tadi loe ngomong bener nggak sihh..”
“ yang mana sihh cha…”
“ riiiio..”
“ tau..ntar gue di bilang tukang gossip lagi..”
“ nggak dehhh ayo dong…”
“ eh acha klo mau jadi manusia yang bener-bener konsisten donk jangan plin-plan..”
“ iya..iya..tapi rioo ..”
“ rio mulu, suka loe sama rio.. kaya rio suka sama loe aja..”
“ berarti tadi yang loe omongin bohong dong..”
“ emang, pede banget loe masa rio suka sama cewek berantakan yahh… gue akuin sihh loe cantik tapi loe slebor dan semaunya dewek…”
“ kok loe jadi jelek-jelekin gue sih..”
“ dasar tukang pecel..”
“ hah apa tukang pecel maksudnya apa…”
“ iya ngga di panggil datang..”
“ apa maksudnya..”
“ TAU AH LEMOT NEEEE ”
“ yee kok marah sihh…” akhirnya ian keluar dan acha mengejarnya
“ ian gue serius..” ian tetep jalan menuju kekelas.
“ ian dari tadi bisanya diem dan ngeledek gue..ian maksudnya apa sihh..”
“ apa sih cha loe fans banget ma gue..”
“ tau ah..” acha diem dan lari ke depan kelas dan berdiri. enggak lama ian datang.
“ cha.. marah nii ceritanya..” ian yang merayu acha.dan mulai menggoda acha hingga acha tersenyum.
“ cha emang bener rio nggak suka sama loe..”
“ tuh kan ian boong..”
“ cha..makanya kalo gue ngomong dengerin dulu..”
“ intinya loe boong..”
“ nggak ah gue nggak boong..Cuma gue belum selesai ngomong..”
“ APA…cepet…”
“ ya udah emang rio nggak suka sama loe….” Acha melihat jutex marah pokoknya serem dehh..tapi ian tetep tersenyum..
“ tapi…rio…itu…sangaaaat sayaaaaaaang banget samaa satu cewek idamanya..”
“ iya, siapa tuh ceweek..”
“ tau, tapi tadi gue dapat pesan yang namanya acha mafaicha dwiatama, katanya di suruh nunggu di gerbang sekolah setelah pulang sekolah…gitu katanya..”
“ boong loe ya..”
“ loe dari tadi gue di bilang boong mulu..”
“ abisnya itu nggak mungkin yan”
“ ya udah kalo lue masih nggak percaya, ntar loe nunggu di depan aja”
“ ya udah”
Akhirnya bel pulang bunyi aku kelamaan di perpustakaan sama ian. Ian lari menuju kelas aku mampir ke toilet setelah itu aku kekelas ian menghilang begitu saja karena tasnya pun tak ada.akhirnya aku pulang tak lama aku mendengar suara mobil yang menintinin aku dan ku lihat itu rio .
“ cha yuk bareng aja sama aku..”
“ emmm..” aku yang diam melihat rio keluar dari mobil dan membukakan aku pintu dan menyuruh ku masuk,akhirnya aku masuk ke mobilnya itu. selama perjalanan rio sangat diam dan kalo aku bertanya dia hanya melihat ku saja. tapi yang aku bingungkan dia tau rumah ku. padahal sama sekali rio tak pernah ke rumah ku.
Ri thaks ya.
Aku yang keluar dari mobil rio dan rio pergi githu aja.
“nah yaa…hayooo ngapain ketawa sendiri, ekhmm gue tau, sahabat gue lagi seneng banget tapi kok kelakuannya aneh yaa...”aku yang di kagetkan oleh ian dari belakang
“ ian…tau ahh”
“ ekhmm sahabat ku acha…tadi di mobil ngapain aja..”
“diem..”
“diem aja…”
Aku hanya mengangguk dan aku tersenyum ketika aku melihat ian,ian terdiam
“ian loe nggak kenapa-kenapa kan ..” aku yang panic takut ian sakit.tiba-tiba ian tersenyum nggak jelas
“cha..”
“ian loe baik-baik ajakan..”
“ cha akhirnya loe punya pangeran yang bakal jagain loe selamanya…”
“ tapi kan gue belum…” aku tersenyum dan ian mencoba menggoda ku, tiba-tiba aku mendengar suara yang lembut dan tegas, ketika aku menengok kebelakang ya dia rio, yang masih memakai baju sekolah dan membawa mawar putih.
“rio……”
“putri ku yang cantik izinkan aku untuk menyayangi mu untuk selamanya..”
Aku kaget dan nggak nyangka banget rio bakal nembak aku, walaw aga-aga gombal yang nggak peting. aku pun menatap mata rio dan aku menganggukan kepala dan baru ku lihat rio yang stay cool bisa teriak dan loncat-loncatan tanpa sadar diri.
“ternyata kalo lagi seneng seorang rio sama dengan ian..”
Aku berbicara kecil namun kata-kata ku buat rio langsung terdiam dan rio langsung duduk. aku dan ian saling pandang dan aku hampir ingin memeluk ian tapi ian menyadarkan ku bahwa aku sudah menjadi milik rio
KENANGAN BERSAMA IAN
Aku dan ian sudah bersahabat kurang lebih 17 tahun aku dan ian selalu bersama dari SD, SMP, hingga saat ini kami selalu sekelas dan satu sekolah.setiap hari minggu ian selalu datang ke rumah ku untuk jogging bersama sekaligus menganggung ku yang setiap pagi selalu menghirup udara pagi di teras rumah ku yang di kelilingi bunga mawar, melati, dan lain-lain. Aku dan ian sering bercanda di lapangan basket yang sangat luas.ian juga pernah mengajak ku keatap rumah ku kami sering melihat bintang-bintang yang indah. kami mempunyai2 bintang yang indah ketika kami pisah bintang itu terpisah, ketika kami bahagia bintang itu berdekatan dan berkedap-kedip seolah olah dia mengikuti kehidupan aku dan ian. Suatu hari kami melihat bintang jatuh
“ cha lihat ada bintang jatuh..”
“ loe masih percaya adanya bintag jatuh ian..”
Ian yang sudah menutup mata dan akupun juga meminta sesuatu buat masa depan ku, setelah aku membuka mata aku melihat ian masih menutup mata.
“ ian loe tidur ya…” ian tetep menutup mata sambil tersenyum,aku melihat dia agak lama,akhirnya tidak lama kemudian ian membuka matanya dan mengalir air mata di pipi ian.
“ cha entar kalo loe udah berumur 17 tahun siapa ya pangeran sejati loe…” aku hanya tersenyum dan menatap mata ian yang berlinang air mata.
“ cha kok loe liat gue kaya gitu..” lagi-lagi aku hanya tersnyum dan menghapus air mata yang membasahi pipi ian yang putih itu.ian pun tersenyum.
“ ian kita itu masih 14 tahun perjalanan kita masih panjang, tapi walaw gue udah punya pangeran sejati gue, di hati gue hanya ada loe sahabat terbaik gue karena gue sayang loe …” aku langsung memeluk ian.
Aku dan ian sering mengikuti lomba-lomba antar sekolah tapi aku yang hobi melukis dan ian yang hobi main basket, kami selalu menang juara 1 - 15 -sejakarta.ian yang menang sebagai pemain terbaik.
Ketika SMA kelas 3 kami sekelas lagi dan satu tempat duduk, walau satu teman kita Lulu tidak sekelas kami selalu bersama.suatu saat di kelas kami ada anak baru yang namanya Rio, yang gayanya satay cool, maco, keren, dan body nya yang sispack, rambut ala jappanies style dan muka yang fresh, buat seluruh cewek di sekolah ku tergila-gila termasuk aku, ya bisa di artikan ke tenaran ian menurun drastis, tapi aku tetep sayang ian sebagai sahabat.
Di kelas tiga ini persahabatan aku dan ian sedikit renggang, karena kedekatan aku dan rio. aku dan rio dekat berkat restu ian juga,dengan kemurahan hati dn tulusnya hati ian pada ku, aku merasa bersalah sama ian kenapa aku bisa melupakan ian begitu saja sosok ian selalu buat hari-hari ku berwarna.ian menghilang begitu saja. terakhir ku lihat wajah ian pas rio menyatakan cintanya di rumah ku, disitu ian hanya tersenyum dan ketika aku berciuman ian menghilang begitu saja, begitu jahatnya aku, aku melupakan janji ku untuk selalu ada di samping dia. suatu hari rio menanyakan kabar ian aku langsung teringat aku langsung melihat daftar absent ternyata ian udah enggak masuk selama2 bulan. Setelah sampai di rumah aku langsung menelpon ke ponsel ian ternyata nggak aktif dan ke rumahnya nggak diangkat aku semakin khawatir.akhirnya aku pergi ke rumah ian, aku semakin ngga peduli dengan larutnya malam sekitar jam 12 malam.ketika aku ke rumahnya tak ada satu orang pun yang keluar suasana rumah ian sangat sepi, tiba-tiba ku lihat sosok ian ada di hadapan ku yang membelakangi ku.
“ ian loe kemana aja…”
“ ian gue khawatir sama loe, maafin gue yaa gue ngga menepati janji gue untuk selalu ada di sisi loe,ian liat gue…!!...” tiba-tiba ian pergi dan terlintas wajah ian yangku lihat dari jauh dengan muka pucat dengan derai air mata dan banyak kabel–kabel di tubuh ian, ian pun enghilang begitu saja dari hadapan ku,aku tersadar kalau itu bukan ian, tiba-tiba satpam yang mengagetkan ku dari belakang.
“ neng…ngapain di sini malam-malam..” aku terkaget dan tersenyum..
“neng ngga pantes cewek secantik neng malam-malam ada disini ,ada perlu apa..neng.”
“ emmm gimana ya pak saya mau nanya bapak tau nggak kemana orang-orang yang ada di rumah ini..”
“ ooo…seminggu yang lalu ada ambulance ke sini.”
“ hahh……apa !!!siapa pak yang sakit..” aku yang kaget sekaligus cemas.
“mas ian neng……”
“ APAA…BAPAK NGGA SALAH KAN…”
Aku langsung pergi ke rumah sakit mencari ian dan aku menghubungi rio untuk nyusul ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit aku melihat ibu ian yang sangat sedih.
“ tante, ian gimana keadaanya..” ibu ian langsung memeluk ku sambil menangis.
“ lihat ke dalam nak..mudah-mudahan dengan kedatangan ku buat ian tersadar, dari komanya selama 2minggu..”
Setelah ku masuk kaki ku langsung lemas tapi aku langsung berusaha berjalan menuju ian,ternyata yang ku lihat di rumah ian tidak boongan.
“ ian maafin aku, seandainya posisi kamu bisa tergantikan, aku mau ngegantiin posisi kamu ini..” aku hanya bisa menangis di tangan ian yang belum juga sadar, tidak lama rio datang.
“ sabar ya sayang..” rio memeluk ku dan berusaha buat ku tegar.
“ ri… pasti ian tersiksa, kenapa ya aku musti jahat sama ian..”
“ cha kamu ngomong apa sih……”
Tak lama ian sadar dan memaggil nama aku. aku langsung tersenyum.
“ian ini gue acha……”
“ian loe harus sembuh ya,gue bakal main basket sama loe lagi,gue bakal main jogging sama loe… gue nggak bakal marah saat loe gangguin gue kalo lagi merasakan kesegaran bunga yang di halaman rumah gue…ian pliss demi gue loe harus semangat, loe harus sembuh…”
Ian hanya tersenyum dan memegang pipi ku hanya bisa menatap ku, rio yang berada di samping ku membisiki ku kalau aku jangan terlalu banyak berbicara sama ian takut ian kecapean, aku melihat ian sedang ngap-ngapan seperti sesak nafas aku semakin panic, aku cepat-cepat memanggil dokter.
Aku, rio, brian(adik ian). dan mama ian, kami menunggu ian di luar dengan berjuta perasaan panic dan cemas dengan keadaan ian. tak lama dokter itu keluar dari ruangan ian.
“ gimana dok..” Tanya ibu ian dengan cemas
“ maaf bu ini di luar kemampuan saya,ian tak dapat di tolong lagi..” aku terduduk lemas dan tak mampu berbuat sesuatu,dan aku melihat ian di dorong di tempat tidur dengan tertutup kain putih. aku hanya dapat memeluk rio dan rio menuntun ku pergisetelah bberapalangkah aku merasakan ke beradaan ian di belakang ku.. ketika ku tengok ke belakang ternyata ian benar ada.
“ ian…” aku hanya menatap ian dan ian tersenyum dan membuat semangat buat ku,ian menghilang gitu aja.
“ cha pulang ya sayang…”
“ ri,..masih ada nggak ya sosok ian nanti di sekolah..” rio langsung memelukku
“ sayang dengerin aku ya ian nggak akan pernah peri dari hati kita..” aku dan rio beranjak pulag di tengah jalan entah kenapa mobil rio berhenti mendadak.
“ kenapa ri…” aku dan rio langsung beranjak keluar aku kaget melihat seorang laki-laki main basketdi tengah jalan dan membeakangi ku lama-lama ku perhatian seperti ian aku hampiri sosok lelaki itu.
“ ian…loe besok sekolah dong..gue tunggu ya… “ian hanya menggeleng,dan lama kelamaan ian menghilang dan rio mengejarku dan membawaku pulang.
“ sayang sadar ian udah ngga ada.”
“ NGGAk ADA APA,…… TADI DIA MASIH MAIN BASKET KAMU LIATKAN…” dengan nada memastikan ke pada rio,tapi rio tetap memelukku.sesampai di rumah aku kangen sama suara ian ku pencet no rumah ian.
“ acha sayang, kamu nelfon siapa malem-malem gini..”
“ ian..” rio langsung mengambil telfon genggam ku dan menyuruhkku tidur. keesokan paginya ku merasa ian tidur disamping ku,ku usap kepala ian
“ ian loe kangen ma gue ya,gue juga kangen banget sama loe..”
“ sayang kamu udah bangun..” aku kaget ku kira ian ternyata rio
“ rio ian mana..”
Rio mengajak ku ke halaman dan rio mengambil susu di dapur buat ku.
“ nih minum dulu cha..”
“ ian lagi apa ya..”
“ cha, aku tau kamu ngerasa bersalah sama ian tapi ian tuh sayang sama kamu ian nggak mau ngeliat kamu sedih kaya gini ikhlaskan ya cha..” rio tersenyum dan memeluk ku. selama 1 minggu rio selalu hadir dalam hidup ku, akhirnya aku sadar kalau ian sudah tidak ada, setiap sabtu aku selalu kemakam ian bersama rio
ME AND RIO
Setelah sahabat kecil ku ian pergi meninggalkan aku untuk selama-lama nya, Riolah yang menggantikan ian dalam hidup ku, kini rio menjadi pasangan ku. rio yang dapat buat ku hidup kembali dari kesedihan dan kami pun akhirnya lulus, seandainya ian ada di sini mungkin kelulusan ini lebih berguna. aku dan rio pun satu kampus namun beda jurusan. rio mengambil desain grafis, dan aku mengambil periklanan. aku dan rio adalah pasangan terromantis. aku yang terkenal cewek tercantik dan terpintar, rio sebagai cowok perfect dan di rebutan beratus-ratus cewek. suatu hari rio bercerita tentang ian tanpa sengaja, dan cerita-cerita itu sama sekali belum aku ketahui, ternyata tanpa ku ketahui hubungan kita sangat di restui ian, yang rela melepaskan aku peri kecilnya demi pangeran yang sangat mencintai peri kecilnya. ian pun ternyata sengaja menjauhi aku karena tidak mau mengganggu hubungan aku dan rio, kata rio pun ian sangat sayang sama aku dan ingin sekali melihat aku bahagia dan sukses di masa depan nanti. ian menjauhi aku dan membuat aku pacaran sama rio, karena ian nggak mau melihat aku jatuh cinta padanya dan sedih karena nantinya dia akan meninggalkan aku untuk selama-lamanya. tanpa ku sadari aku mengeluarkan air mata.
“ kamu nggak kenapa-kenapa khan..” aku hanya melihat rio dan aku lari ke taman deket kampus ku. aku di situ hanya menangis.
“ cha maaf ya aku nggak ada maksud untuk..” aku langsung memeluk rio.
“ kamu nggak ada mata kuliah..” aku melepaskan pelukan ku. aku hanya diam.
“ sayang, aku Tanya,.. kamu nggak ada mata kuliah…kok diem di tanyain..”
“ nggak mau belajar ah,…”
“ kamu nggak boleh gitu,..ini tuh kuliah bukan SMA kamu nggak bisa seenaknya..”
“ udah ya aku mau pergi..”
“ nah gitu dong mau masuk ke kelaskan..”
“ enggak mau pulang..” aku langsung pergi,dan langsung memanggil taksi. Tak lama rio menelfon ke ponsel ku, tak ku angkat dan langsung ku non aktifkan. malam nya sekitar jam 7 malam rio datang ke rumah aku.
“ eh yo”
“ kenapa tadi aku telfon di matiin..”
“ lobet…” rio hanya mengangguk.. Aku langsung nonton lagi. tanpa peduli rio ada disamping ku.dan aku menatap rio.
“ kenapa cha..”
“ehmm..nggak aneh ngga aneh ajaa.”
“ udah nonton aja,.. eh iya rio mau minum apa “
“apa aj asal jangan racun tikus..” aku yang langsung mengambil minuman itu dan ku berikan ke rio.
“ ri,besok aku ada pemotretan..”
“ hahhh..pemotretan..” rio hanya diam dan menonton tv.
“ bilang dong kalau aku nggak boleh jadi model..”
Aku langsung lari ketaman rumah ku yang luas.aku baru sadar bunga yang cinta yang tadinya 2 menjadi 3 mungkin hadirnya rio.aku tersenyum.
“ternyata ian yang childish bisa membuat kenangan terindah buat peri kecilnya..” rio duduk di samping ku.
“ cha..”aku langsung bertatapan dengan rio
“ bisa nggak aku ngegantiin ian di hati kamu..”
“ rio..aku dan ian memang sudah terikat batin kasih sayang sebagai sahabat..aku juga nggak bisa bilang kalau kamu nggak bisa ngegantiin ian di hati ku..”
“aku ngerasa kalau kamu…!!!!”aku langsung berdiri dan membelakangi rio.
“kamu mau bilang kalau aku nggak sayang sama kamu,ngapain aku sampai berantem sama ian gara-gara kamu,dan aku juga nggak tau sebesar apa sayang kamu ke aku..”
“ maaf cha,kamu bener aku nggak akan bisa ada di hati kamu untuk ngegantiin iann”
“ pliss..pliss rio jangan ungkit ian lagi,kamu piker aku udah total ngelupain ian,,belum ri..”
“ maafin aku,aku terlalu memaksakan ini semua karena aku ngga mau melihat kamu sedih dan aku pengen kamu kembali kea cha yang dulu”
Aku mengusap air mata rio.aku tersenum dan rio langsung mencium bibir ku dengan kehangatan.dengan di saksikn bulan dan bintang.ke esokan pagi rio menjemputku dengan motornya.tumben aja katanya sih dia udah bosen sama mobilnya.kita pergi ke makam ian dan membawa kue tart karena tanggal 11 juni ian ulang tahun,yang ku 17 tahun,ya dia memang masih kecil tapi pintar buktinya 17 tahun udah lulus.
Rio selalu ingin menjadi yang terbaik di hatiku,dari di mulai kelas 3 SMA dia selalu ngedeketin aku walaw selalu di sewotin sama Ian.waktu ian meninggal dia sangat sabar menghadapi aku yan nagis terus-menerus.rio….hanya rio yang selalu ada di samping aku di saat aku sedih,bahagia,gundah,atau pun stress.namun a-u semakin takut kehilangan rio ketika rio masuk ruang ICU karena tertabrak mobil dengan kecepatan yang sangat tidak normal.aku yang resah sendiri tanpa ada orang di sisi ku aku takut yang ke dua kalinya aku kehilangan orang yang aku sayang,tiba-tiba dokter itu keluar.
“ dok gimana ke adaan rio..” dokter itu hanya diam dan takut mengatakan semua ini.
“bicara dok,saya akan terima semuanya kok”
Tiba-tiba suster itu memberi secarik kertas,kertas itu dari rio.
“ nak acha sabar ya..”
Au melihat seserang itu terbaring di tempat tidur dan di tutupi kain kafan”
“riiiiooooooooo……kenapa ini musti terjadi..”aku hanya duduk lemas di hadapan dokter itu membantu aku untuk bangun,dan duduk di kursi.aku membaca surat itu.
Surat dari rio
Cha, ku kira dulu kau dengannya berhubungan tapi setelah ku tau dari ian ternyata kau hanya seorag peri kecilnya, yang selau mencintai peri kecilnya, sifat ku yang dingin terhadap cewek itu adalah karena aku hanya ingin kamu yang ada di hati ku, aku rela jaga kamu 24 jam non stop supaya kamu bahagia karena aku dan ian nggak ingin melihat kamu sedih. maaaaff… banget cha suatu saat nanti aku di jemput untuk menyusul ian dan aku harus meninggalkan mu, namun hati ku akan selalu ada untuk malaikat kecil ku.. acha sayang jangan menagis karena banyak yang menuggu senyum mu.jangan menodai pipi kamu itu karena kamu nggak pantes untuk menagis.
ACHA MAFAICHA DWIATAMA
IAN ALJIARAN DWI TOMO
DAN…….
RIO RASULINO SAPUTRA
Kita adalah cinta sejati dunia
Semangat acha
Aku sedikit lega dengan surat ini. aku pun nggak mau terlalu cepat mencari cowok karena cinta ku masih abadi hanya untuk ian dan rio.
KENANGAN BERSAMA IAN
Aku dan ian sudah bersahabat kurang lebih 17 tahun aku dan ian selalu bersama dari SD, SMP, hingga saat ini kami selalu sekelas dan satu sekolah.setiap hari minggu ian selalu datang ke rumah ku untuk jogging bersama sekaligus menganggung ku yang setiap pagi selalu menghirup udara pagi di teras rumah ku yang di kelilingi bunga mawar, melati, dan lain-lain. Aku dan ian sering bercanda di lapangan basket yang sangat luas.ian juga pernah mengajak ku keatap rumah ku kami sering melihat bintang-bintang yang indah. kami mempunyai2 bintang yang indah ketika kami pisah bintang itu terpisah, ketika kami bahagia bintang itu berdekatan dan berkedap-kedip seolah olah dia mengikuti kehidupan aku dan ian. Suatu hari kami melihat bintang jatuh
“ cha lihat ada bintang jatuh..”
“ loe masih percaya adanya bintag jatuh ian..”
Ian yang sudah menutup mata dan akupun juga meminta sesuatu buat masa depan ku, setelah aku membuka mata aku melihat ian masih menutup mata.
“ ian loe tidur ya…” ian tetep menutup mata sambil tersenyum,aku melihat dia agak lama,akhirnya tidak lama kemudian ian membuka matanya dan mengalir air mata di pipi ian.
“ cha entar kalo loe udah berumur 17 tahun siapa ya pangeran sejati loe…” aku hanya tersenyum dan menatap mata ian yang berlinang air mata.
“ cha kok loe liat gue kaya gitu..” lagi-lagi aku hanya tersnyum dan menghapus air mata yang membasahi pipi ian yang putih itu.ian pun tersenyum.
“ ian kita itu masih 14 tahun perjalanan kita masih panjang, tapi walaw gue udah punya pangeran sejati gue, di hati gue hanya ada loe sahabat terbaik gue karena gue sayang loe …” aku langsung memeluk ian.
Aku dan ian sering mengikuti lomba-lomba antar sekolah tapi aku yang hobi melukis dan ian yang hobi main basket, kami selalu menang juara 1 - 15 -sejakarta.ian yang menang sebagai pemain terbaik.
Ketika SMA kelas 3 kami sekelas lagi dan satu tempat duduk, walau satu teman kita Lulu tidak sekelas kami selalu bersama.suatu saat di kelas kami ada anak baru yang namanya Rio, yang gayanya satay cool, maco, keren, dan body nya yang sispack, rambut ala jappanies style dan muka yang fresh, buat seluruh cewek di sekolah ku tergila-gila termasuk aku, ya bisa di artikan ke tenaran ian menurun drastis, tapi aku tetep sayang ian sebagai sahabat.
Di kelas tiga ini persahabatan aku dan ian sedikit renggang, karena kedekatan aku dan rio. aku dan rio dekat berkat restu ian juga,dengan kemurahan hati dn tulusnya hati ian pada ku, aku merasa bersalah sama ian kenapa aku bisa melupakan ian begitu saja sosok ian selalu buat hari-hari ku berwarna.ian menghilang begitu saja. terakhir ku lihat wajah ian pas rio menyatakan cintanya di rumah ku, disitu ian hanya tersenyum dan ketika aku berciuman ian menghilang begitu saja, begitu jahatnya aku, aku melupakan janji ku untuk selalu ada di samping dia. suatu hari rio menanyakan kabar ian aku langsung teringat aku langsung melihat daftar absent ternyata ian udah enggak masuk selama2 bulan. Setelah sampai di rumah aku langsung menelpon ke ponsel ian ternyata nggak aktif dan ke rumahnya nggak diangkat aku semakin khawatir.akhirnya aku pergi ke rumah ian, aku semakin ngga peduli dengan larutnya malam sekitar jam 12 malam.ketika aku ke rumahnya tak ada satu orang pun yang keluar suasana rumah ian sangat sepi, tiba-tiba ku lihat sosok ian ada di hadapan ku yang membelakangi ku.
“ ian loe kemana aja…”
“ ian gue khawatir sama loe, maafin gue yaa gue ngga menepati janji gue untuk selalu ada di sisi loe,ian liat gue…!!...” tiba-tiba ian pergi dan terlintas wajah ian yangku lihat dari jauh dengan muka pucat dengan derai air mata dan banyak kabel–kabel di tubuh ian, ian pun enghilang begitu saja dari hadapan ku,aku tersadar kalau itu bukan ian, tiba-tiba satpam yang mengagetkan ku dari belakang.
“ neng…ngapain di sini malam-malam..” aku terkaget dan tersenyum..
“neng ngga pantes cewek secantik neng malam-malam ada disini ,ada perlu apa..neng.”
“ emmm gimana ya pak saya mau nanya bapak tau nggak kemana orang-orang yang ada di rumah ini..”
“ ooo…seminggu yang lalu ada ambulance ke sini.”
“ hahh……apa !!!siapa pak yang sakit..” aku yang kaget sekaligus cemas.
“mas ian neng……”
“ APAA…BAPAK NGGA SALAH KAN…”
Aku langsung pergi ke rumah sakit mencari ian dan aku menghubungi rio untuk nyusul ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit aku melihat ibu ian yang sangat sedih.
“ tante, ian gimana keadaanya..” ibu ian langsung memeluk ku sambil menangis.
“ lihat ke dalam nak..mudah-mudahan dengan kedatangan ku buat ian tersadar, dari komanya selama 2minggu..”
Setelah ku masuk kaki ku langsung lemas tapi aku langsung berusaha berjalan menuju ian,ternyata yang ku lihat di rumah ian tidak boongan.
“ ian maafin aku, seandainya posisi kamu bisa tergantikan, aku mau ngegantiin posisi kamu ini..” aku hanya bisa menangis di tangan ian yang belum juga sadar, tidak lama rio datang.
“ sabar ya sayang..” rio memeluk ku dan berusaha buat ku tegar.
“ ri… pasti ian tersiksa, kenapa ya aku musti jahat sama ian..”
“ cha kamu ngomong apa sih……”
Tak lama ian sadar dan memaggil nama aku. aku langsung tersenyum.
“ian ini gue acha……”
“ian loe harus sembuh ya,gue bakal main basket sama loe lagi,gue bakal main jogging sama loe… gue nggak bakal marah saat loe gangguin gue kalo lagi merasakan kesegaran bunga yang di halaman rumah gue…ian pliss demi gue loe harus semangat, loe harus sembuh…”
Ian hanya tersenyum dan memegang pipi ku hanya bisa menatap ku, rio yang berada di samping ku membisiki ku kalau aku jangan terlalu banyak berbicara sama ian takut ian kecapean, aku melihat ian sedang ngap-ngapan seperti sesak nafas aku semakin panic, aku cepat-cepat memanggil dokter.
Aku, rio, brian(adik ian). dan mama ian, kami menunggu ian di luar dengan berjuta perasaan panic dan cemas dengan keadaan ian. tak lama dokter itu keluar dari ruangan ian.
“ gimana dok..” Tanya ibu ian dengan cemas
“ maaf bu ini di luar kemampuan saya,ian tak dapat di tolong lagi..” aku terduduk lemas dan tak mampu berbuat sesuatu,dan aku melihat ian di dorong di tempat tidur dengan tertutup kain putih. aku hanya dapat memeluk rio dan rio menuntun ku pergisetelah bberapalangkah aku merasakan ke beradaan ian di belakang ku.. ketika ku tengok ke belakang ternyata ian benar ada.
“ ian…” aku hanya menatap ian dan ian tersenyum dan membuat semangat buat ku,ian menghilang gitu aja.
“ cha pulang ya sayang…”
“ ri,..masih ada nggak ya sosok ian nanti di sekolah..” rio langsung memelukku
“ sayang dengerin aku ya ian nggak akan pernah peri dari hati kita..” aku dan rio beranjak pulag di tengah jalan entah kenapa mobil rio berhenti mendadak.
“ kenapa ri…” aku dan rio langsung beranjak keluar aku kaget melihat seorang laki-laki main basketdi tengah jalan dan membeakangi ku lama-lama ku perhatian seperti ian aku hampiri sosok lelaki itu.
“ ian…loe besok sekolah dong..gue tunggu ya… “ian hanya menggeleng,dan lama kelamaan ian menghilang dan rio mengejarku dan membawaku pulang.
“ sayang sadar ian udah ngga ada.”
“ NGGAk ADA APA,…… TADI DIA MASIH MAIN BASKET KAMU LIATKAN…” dengan nada memastikan ke pada rio,tapi rio tetap memelukku.sesampai di rumah aku kangen sama suara ian ku pencet no rumah ian.
“ acha sayang, kamu nelfon siapa malem-malem gini..”
“ ian..” rio langsung mengambil telfon genggam ku dan menyuruhkku tidur. keesokan paginya ku merasa ian tidur disamping ku,ku usap kepala ian
“ ian loe kangen ma gue ya,gue juga kangen banget sama loe..”
“ sayang kamu udah bangun..” aku kaget ku kira ian ternyata rio
“ rio ian mana..”
Rio mengajak ku ke halaman dan rio mengambil susu di dapur buat ku.
“ nih minum dulu cha..”
“ ian lagi apa ya..”
“ cha, aku tau kamu ngerasa bersalah sama ian tapi ian tuh sayang sama kamu ian nggak mau ngeliat kamu sedih kaya gini ikhlaskan ya cha..” rio tersenyum dan memeluk ku. selama 1 minggu rio selalu hadir dalam hidup ku, akhirnya aku sadar kalau ian sudah tidak ada, setiap sabtu aku selalu kemakam ian bersama rio
Setiap pagi acha selalu bareng sama ian sahabat masa kecilnya itu. yang bernama ian. ian juga slebor dan ian mempunyai wajah tampan dan sederhana, ian paling suka makan permen loly pop rasa strawberry dan kacang kulit. suatu hari ian memakan kacang kulit di meja acha dan ian lupa membersihkan meja itu sehingga membuat acha marah padanya..
Iaaaaan…..!!!!!!!
Teriak ku kearah ian yang sedang bermain dengan temannya di depan kelas. Ian yang telah memberantaki meja ku dengan bungkus kacang plus kulit-kulit kacangnya, yang dia selalu beli selagi berangkat bersama ku.
“..kenapa cha..”
ian yang berbicara polos pada ku sambil mengemut permen lolly popnya itu dan dasi yang di ikat di kepala dan juga baju yang berantakan tapi tetep luchu..
“ ..apa loe masih nanya kenapa...!!! ” Ian yang masih nggak mengerti dan terus menatap ku…
“ loe nggak sadar udah ngeberantakin meja gue….” aku menunjuk kearah meja ku yang berantakan itu.
“ ooohhh maaf ya cha..” ian langsung membersihkan meja ku dan setelah selesai dia pergi dan bermain lagi. Tak lama bel masuk bunyi.
“ ian maafin gue tadi gue kan…”
“ iya gue ngerti loe ngga suka kan meja loe berantakan khan..udalah biasa aja..”
“ iya tapi gue..”
“ iya santai aja lah cha, loe kaya baru kenal gue berapa hari sih..”
Tak lama guru datang dan mengumumkan sesuatu
“ pagi anak-anak…”
“ pagi bu..”
“ hari ini ada kabar gembira mau tau nggak..”
“ apa bu.. besok libur…apa gratis spp selama kelas tiga..” kelas ramai ketika ian berbicara sepolos itu.
“ nggak ian kita dapat teman baru lho..”
“ iya bu siapa, cewek, cantik nggak..” sahut ian yang dari tadi nyeplos aja ketika bu vina berbicara..
“ rio masuk..” bu vina memanggil rio,… ketika rio masuk seluruh anak cewek terbengong termasuk acha yang dari tadi kepergok sama ian melihat rio dan acha saling melihat dan tersenyum… rio yang punya style modis dan muka yang fresh yahh bisa-bisa ketenaran ian turun..
“ cha loe jatuh hati sama tuh anak baru..” acha yang kaget mendengar ian berbicara seperti itu..
“ ahh..apa…eeenngggaaa”
“ engga salah lagi kan..” ledek ian
“ apa sih ian..” aku tertunduk malu saat ian berbicara seperti itu
Tiba-tiba rio ada di depan ku, emmm maksudnya rio duduk tepat di depan aku. akhirnya bel istirahat tiba..
“ cha jajan yu..” ian yang menarik aku secara tiba-tiba yahh seakan-akan aku tidak di izinkan untuk ngobrol sama rio..
“ loe tuh kenapa sih ian dari tadi kasar ma gue..”
“kasar bukannya yang dari tadi bikin gue kesel loe..”
“ gue..maksud loe..”
“ ahh udah lupain aja “ selesai makan aku dan ian kembali kekelas tiba-tiba rio menjegat ku.
“ boleh kenalan nggak..”
“ ngapain loe sok kenal banget sih, nih gue kasih tau ya gue ian dan ini acha udahkan..” ian menarik tangan ku dan meninggalkan rio yang masih berdiri.
“ loe apa-apaan sih yan..”
“ kenapa ngga suka yau dah sana samperin aja..” ian yang terdiam dan langsung membaca komik kesayangannya..tiba-tiba bel bunyi. Ian pergi githu aja.
“ hai cha..” rio yang tiba-tiba ada di samping ku mengagetkan aku
“ eh rio kenapa..”
“ ian nggak suka ya sama gue..”
“ nggak ahh biasa aja ian emang anaknya sensitive banget kenapa tadi loe tersinggung sama dia..”
“ ya dikit sihh..”
“ iya duhh maafin ian ya dia emang gitu pemikirannya masih kaya anak kecil..”
“ tau banget, cowok loe ya..” aku hanya tersenyum dan tak lama guru masuk tapi kenapa ian masih belum datang ya. sampai bel pulang ian belum datang juga ian kemana ya..akhirnya aku menunggu di depan gerbang sampai rio menawarkan aku ikut dengan nya
“ cha loe nungguin ian ya..”
“ iya nih ri, ian kemana ya…”
“ udah bareng ma gue aja..” rio menawarkan naik ke mobil vw hitamya yang di modif abis-abiasan itu.
“ nggak ah… gue nggak tega nih tasnya ma gue..”
“ oh..dia di uks cha..”
“ hah…kenapa loe ngga bilang dari tadi malah gue di ajak pulang sama loe jahat loe..” aku langsung lari setelah sampai uks ian terbaring lemas.
“ ian...” aku yang cemas dengan keadaan dia. Kata penjaga uks udah 3 jam ian pingsan, aku semakin cemas.
“ ian plisss bangun dong…”
Tak lama ian bangun dan mengusap pipi ku.
“ cha…maafin sikap gue ya..”
“ ian udahlah, lagian salah loe apa, harusnya gue yang minta maaf yaa….”
Ian tersenyum dan aku mencoba membantu membangunkan ian.
“ cha… jujur sama gue dong..”
“ apa…”
“ loe…suka …samaa…”
“ gue..!!!suka,sama siapa..”
“ rio..”
“ hah engga sama sekali deh…” aku yang menjawab kesel karena tadi rio malah ngajak gue pulang bareng padahal ian sahabat ku terbaring lemas tak berdaya di sini..
“ kenapa cha..”
“ nggak kesel aja..”
“ sama siapa..”
“ siapa lagi cowok nyebelin itu..”
“ siapa gue..”
“ kok loe,…sihh”
“ trus siapa dong..”
“ rio lah..”
“ hah rio..yakin walafiat loe cha..” muka ian yang kaget seakan-akan dia udah sembuh dari sakitnya.
“ kenapa sih loe ian..” ian hanya terdiam dan mengambil tas dan pulang setelah aku sampai di rumah aku masih bingung sama ian yang makin nggak jelas.
ke esokannya ian duduk diseberang dari tempat duduk aku.
“ ian jajan yuu.”
“nggak ah males duluan aja cha..” muka ian yang tanpa ekspresi dan cuek buat ku kesal dan pergi gitu aja. Aku ke kantin membeli baso dan es teh dan es jeruk satu.
“ HAI….ACHAAA…!!!..” LULU sahabatku tiba-tiba mengagetkanku sampai-sampai aku ke selek dengan baso yang super jumbo dan kuah yang pedesnya dapat merusak tenggorokan ku.
“ HEH… loe mau bunuh gue sama ne baso hah,,!!!...gila loe ya…” aku yang langsung meminum es teh.
“ maaf deh cha gue nggak sengaja..” lulu yang merasa bersalah dan muka yang polosnya itu membuat ku tertawa..
“ kok ketawa sih emang ada yang lucu ya..”
“ engga kok..” tiba-tiba ian datang dan duduk di sebelah aku
“ ian…” aku yang tersenyum padanya dan ia tak menanggapinya
“ kenapa loe otak loe nggak rusak kan..”
“ ihh napa loe…” aku yang menjawab dengan sinis
“ yee tadi yang ngeliat gue aneh itu siapa sihhh..”
“ PEDE BANGET LOEEEE….” aku yang langsung makan tanpa memperdulikan muka dia seperti apa.
“ emmm berarti setan dong,… teruss… yang di sukai rio ternyata setan toh…kasian ya… rio..rio..kadang-kadang loe aneh juga ya…”
“ apa ian loe ngomong apa sihh..”
“ loe denger cha..”
“ TAU AHHH…TERSERAH LOE..” aku langsung memakan baso lagi.
“ cha …suatu saat loe jadian ma rio loe bakal lupa ma gue nggak..”
“ pertanyaan loe aneh ian..”
“ aneh apa, orang rio sayaaaaangg banget sama loe..”
“ udah deh ngga usah bikin gue senang, mending loe pergi dan jangan ngegosip sana-sini ya..”
“ ok terserah… CAPEK GUE NGOMONG SAMA LOE..”
Akhirnya ian menghilang gitu aja. akhirnya aku mencari ian dimana-mana tak ada hingga aku melihat dari jendela kelas ku ian sedang membaca buku.aku masuk dan memanggil ian pelan-pelan.
“ ada apa cha..”
“ boleh nanya nggak..”
“ boleh tapi khusus rio nggak..”
“ yahhh…ian loe marah ma gue ya….”
“ enggak..”
“ trus kenapa..”
“ dah loe mau nanya apa dari tadi bisanya ngerayu gue..”
“ yee…, ian tadi loe ngomong bener nggak sihh..”
“ yang mana sihh cha…”
“ riiiio..”
“ tau..ntar gue di bilang tukang gossip lagi..”
“ nggak dehhh ayo dong…”
“ eh acha klo mau jadi manusia yang bener-bener konsisten donk jangan plin-plan..”
“ iya..iya..tapi rioo ..”
“ rio mulu, suka loe sama rio.. kaya rio suka sama loe aja..”
“ berarti tadi yang loe omongin bohong dong..”
“ emang, pede banget loe masa rio suka sama cewek berantakan yahh… gue akuin sihh loe cantik tapi loe slebor dan semaunya dewek…”
“ kok loe jadi jelek-jelekin gue sih..”
“ dasar tukang pecel..”
“ hah apa tukang pecel maksudnya apa…”
“ iya ngga di panggil datang..”
“ apa maksudnya..”
“ TAU AH LEMOT NEEEE ”
“ yee kok marah sihh…” akhirnya ian keluar dan acha mengejarnya
“ ian gue serius..” ian tetep jalan menuju kekelas.
“ ian dari tadi bisanya diem dan ngeledek gue..ian maksudnya apa sihh..”
“ apa sih cha loe fans banget ma gue..”
“ tau ah..” acha diem dan lari ke depan kelas dan berdiri. enggak lama ian datang.
“ cha.. marah nii ceritanya..” ian yang merayu acha.dan mulai menggoda acha hingga acha tersenyum.
“ cha emang bener rio nggak suka sama loe..”
“ tuh kan ian boong..”
“ cha..makanya kalo gue ngomong dengerin dulu..”
“ intinya loe boong..”
“ nggak ah gue nggak boong..Cuma gue belum selesai ngomong..”
“ APA…cepet…”
“ ya udah emang rio nggak suka sama loe….” Acha melihat jutex marah pokoknya serem dehh..tapi ian tetep tersenyum..
“ tapi…rio…itu…sangaaaat sayaaaaaaang banget samaa satu cewek idamanya..”
“ iya, siapa tuh ceweek..”
“ tau, tapi tadi gue dapat pesan yang namanya acha mafaicha dwiatama, katanya di suruh nunggu di gerbang sekolah setelah pulang sekolah…gitu katanya..”
“ boong loe ya..”
“ loe dari tadi gue di bilang boong mulu..”
“ abisnya itu nggak mungkin yan”
“ ya udah kalo lue masih nggak percaya, ntar loe nunggu di depan aja”
“ ya udah”
Akhirnya bel pulang bunyi aku kelamaan di perpustakaan sama ian. Ian lari menuju kelas aku mampir ke toilet setelah itu aku kekelas ian menghilang begitu saja karena tasnya pun tak ada.akhirnya aku pulang tak lama aku mendengar suara mobil yang menintinin aku dan ku lihat itu rio .
“ cha yuk bareng aja sama aku..”
“ emmm..” aku yang diam melihat rio keluar dari mobil dan membukakan aku pintu dan menyuruh ku masuk,akhirnya aku masuk ke mobilnya itu. selama perjalanan rio sangat diam dan kalo aku bertanya dia hanya melihat ku saja. tapi yang aku bingungkan dia tau rumah ku. padahal sama sekali rio tak pernah ke rumah ku.
Ri thaks ya.
Aku yang keluar dari mobil rio dan rio pergi githu aja.
“nah yaa…hayooo ngapain ketawa sendiri, ekhmm gue tau, sahabat gue lagi seneng banget tapi kok kelakuannya aneh yaa...”aku yang di kagetkan oleh ian dari belakang
“ ian…tau ahh”
“ ekhmm sahabat ku acha…tadi di mobil ngapain aja..”
“diem..”
“diem aja…”
Aku hanya mengangguk dan aku tersenyum ketika aku melihat ian,ian terdiam
“ian loe nggak kenapa-kenapa kan ..” aku yang panic takut ian sakit.tiba-tiba ian tersenyum nggak jelas
“cha..”
“ian loe baik-baik ajakan..”
“ cha akhirnya loe punya pangeran yang bakal jagain loe selamanya…”
“ tapi kan gue belum…” aku tersenyum dan ian mencoba menggoda ku, tiba-tiba aku mendengar suara yang lembut dan tegas, ketika aku menengok kebelakang ya dia rio, yang masih memakai baju sekolah dan membawa mawar putih.
“rio……”
“putri ku yang cantik izinkan aku untuk menyayangi mu untuk selamanya..”
Aku kaget dan nggak nyangka banget rio bakal nembak aku, walaw aga-aga gombal yang nggak peting. aku pun menatap mata rio dan aku menganggukan kepala dan baru ku lihat rio yang stay cool bisa teriak dan loncat-loncatan tanpa sadar diri.
“ternyata kalo lagi seneng seorang rio sama dengan ian..”
Aku berbicara kecil namun kata-kata ku buat rio langsung terdiam dan rio langsung duduk. aku dan ian saling pandang dan aku hampir ingin memeluk ian tapi ian menyadarkan ku bahwa aku sudah menjadi milik rio
KENANGAN BERSAMA IAN
Aku dan ian sudah bersahabat kurang lebih 17 tahun aku dan ian selalu bersama dari SD, SMP, hingga saat ini kami selalu sekelas dan satu sekolah.setiap hari minggu ian selalu datang ke rumah ku untuk jogging bersama sekaligus menganggung ku yang setiap pagi selalu menghirup udara pagi di teras rumah ku yang di kelilingi bunga mawar, melati, dan lain-lain. Aku dan ian sering bercanda di lapangan basket yang sangat luas.ian juga pernah mengajak ku keatap rumah ku kami sering melihat bintang-bintang yang indah. kami mempunyai2 bintang yang indah ketika kami pisah bintang itu terpisah, ketika kami bahagia bintang itu berdekatan dan berkedap-kedip seolah olah dia mengikuti kehidupan aku dan ian. Suatu hari kami melihat bintang jatuh
“ cha lihat ada bintang jatuh..”
“ loe masih percaya adanya bintag jatuh ian..”
Ian yang sudah menutup mata dan akupun juga meminta sesuatu buat masa depan ku, setelah aku membuka mata aku melihat ian masih menutup mata.
“ ian loe tidur ya…” ian tetep menutup mata sambil tersenyum,aku melihat dia agak lama,akhirnya tidak lama kemudian ian membuka matanya dan mengalir air mata di pipi ian.
“ cha entar kalo loe udah berumur 17 tahun siapa ya pangeran sejati loe…” aku hanya tersenyum dan menatap mata ian yang berlinang air mata.
“ cha kok loe liat gue kaya gitu..” lagi-lagi aku hanya tersnyum dan menghapus air mata yang membasahi pipi ian yang putih itu.ian pun tersenyum.
“ ian kita itu masih 14 tahun perjalanan kita masih panjang, tapi walaw gue udah punya pangeran sejati gue, di hati gue hanya ada loe sahabat terbaik gue karena gue sayang loe …” aku langsung memeluk ian.
Aku dan ian sering mengikuti lomba-lomba antar sekolah tapi aku yang hobi melukis dan ian yang hobi main basket, kami selalu menang juara 1 - 15 -sejakarta.ian yang menang sebagai pemain terbaik.
Ketika SMA kelas 3 kami sekelas lagi dan satu tempat duduk, walau satu teman kita Lulu tidak sekelas kami selalu bersama.suatu saat di kelas kami ada anak baru yang namanya Rio, yang gayanya satay cool, maco, keren, dan body nya yang sispack, rambut ala jappanies style dan muka yang fresh, buat seluruh cewek di sekolah ku tergila-gila termasuk aku, ya bisa di artikan ke tenaran ian menurun drastis, tapi aku tetep sayang ian sebagai sahabat.
Di kelas tiga ini persahabatan aku dan ian sedikit renggang, karena kedekatan aku dan rio. aku dan rio dekat berkat restu ian juga,dengan kemurahan hati dn tulusnya hati ian pada ku, aku merasa bersalah sama ian kenapa aku bisa melupakan ian begitu saja sosok ian selalu buat hari-hari ku berwarna.ian menghilang begitu saja. terakhir ku lihat wajah ian pas rio menyatakan cintanya di rumah ku, disitu ian hanya tersenyum dan ketika aku berciuman ian menghilang begitu saja, begitu jahatnya aku, aku melupakan janji ku untuk selalu ada di samping dia. suatu hari rio menanyakan kabar ian aku langsung teringat aku langsung melihat daftar absent ternyata ian udah enggak masuk selama2 bulan. Setelah sampai di rumah aku langsung menelpon ke ponsel ian ternyata nggak aktif dan ke rumahnya nggak diangkat aku semakin khawatir.akhirnya aku pergi ke rumah ian, aku semakin ngga peduli dengan larutnya malam sekitar jam 12 malam.ketika aku ke rumahnya tak ada satu orang pun yang keluar suasana rumah ian sangat sepi, tiba-tiba ku lihat sosok ian ada di hadapan ku yang membelakangi ku.
“ ian loe kemana aja…”
“ ian gue khawatir sama loe, maafin gue yaa gue ngga menepati janji gue untuk selalu ada di sisi loe,ian liat gue…!!...” tiba-tiba ian pergi dan terlintas wajah ian yangku lihat dari jauh dengan muka pucat dengan derai air mata dan banyak kabel–kabel di tubuh ian, ian pun enghilang begitu saja dari hadapan ku,aku tersadar kalau itu bukan ian, tiba-tiba satpam yang mengagetkan ku dari belakang.
“ neng…ngapain di sini malam-malam..” aku terkaget dan tersenyum..
“neng ngga pantes cewek secantik neng malam-malam ada disini ,ada perlu apa..neng.”
“ emmm gimana ya pak saya mau nanya bapak tau nggak kemana orang-orang yang ada di rumah ini..”
“ ooo…seminggu yang lalu ada ambulance ke sini.”
“ hahh……apa !!!siapa pak yang sakit..” aku yang kaget sekaligus cemas.
“mas ian neng……”
“ APAA…BAPAK NGGA SALAH KAN…”
Aku langsung pergi ke rumah sakit mencari ian dan aku menghubungi rio untuk nyusul ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit aku melihat ibu ian yang sangat sedih.
“ tante, ian gimana keadaanya..” ibu ian langsung memeluk ku sambil menangis.
“ lihat ke dalam nak..mudah-mudahan dengan kedatangan ku buat ian tersadar, dari komanya selama 2minggu..”
Setelah ku masuk kaki ku langsung lemas tapi aku langsung berusaha berjalan menuju ian,ternyata yang ku lihat di rumah ian tidak boongan.
“ ian maafin aku, seandainya posisi kamu bisa tergantikan, aku mau ngegantiin posisi kamu ini..” aku hanya bisa menangis di tangan ian yang belum juga sadar, tidak lama rio datang.
“ sabar ya sayang..” rio memeluk ku dan berusaha buat ku tegar.
“ ri… pasti ian tersiksa, kenapa ya aku musti jahat sama ian..”
“ cha kamu ngomong apa sih……”
Tak lama ian sadar dan memaggil nama aku. aku langsung tersenyum.
“ian ini gue acha……”
“ian loe harus sembuh ya,gue bakal main basket sama loe lagi,gue bakal main jogging sama loe… gue nggak bakal marah saat loe gangguin gue kalo lagi merasakan kesegaran bunga yang di halaman rumah gue…ian pliss demi gue loe harus semangat, loe harus sembuh…”
Ian hanya tersenyum dan memegang pipi ku hanya bisa menatap ku, rio yang berada di samping ku membisiki ku kalau aku jangan terlalu banyak berbicara sama ian takut ian kecapean, aku melihat ian sedang ngap-ngapan seperti sesak nafas aku semakin panic, aku cepat-cepat memanggil dokter.
Aku, rio, brian(adik ian). dan mama ian, kami menunggu ian di luar dengan berjuta perasaan panic dan cemas dengan keadaan ian. tak lama dokter itu keluar dari ruangan ian.
“ gimana dok..” Tanya ibu ian dengan cemas
“ maaf bu ini di luar kemampuan saya,ian tak dapat di tolong lagi..” aku terduduk lemas dan tak mampu berbuat sesuatu,dan aku melihat ian di dorong di tempat tidur dengan tertutup kain putih. aku hanya dapat memeluk rio dan rio menuntun ku pergisetelah bberapalangkah aku merasakan ke beradaan ian di belakang ku.. ketika ku tengok ke belakang ternyata ian benar ada.
“ ian…” aku hanya menatap ian dan ian tersenyum dan membuat semangat buat ku,ian menghilang gitu aja.
“ cha pulang ya sayang…”
“ ri,..masih ada nggak ya sosok ian nanti di sekolah..” rio langsung memelukku
“ sayang dengerin aku ya ian nggak akan pernah peri dari hati kita..” aku dan rio beranjak pulag di tengah jalan entah kenapa mobil rio berhenti mendadak.
“ kenapa ri…” aku dan rio langsung beranjak keluar aku kaget melihat seorang laki-laki main basketdi tengah jalan dan membeakangi ku lama-lama ku perhatian seperti ian aku hampiri sosok lelaki itu.
“ ian…loe besok sekolah dong..gue tunggu ya… “ian hanya menggeleng,dan lama kelamaan ian menghilang dan rio mengejarku dan membawaku pulang.
“ sayang sadar ian udah ngga ada.”
“ NGGAk ADA APA,…… TADI DIA MASIH MAIN BASKET KAMU LIATKAN…” dengan nada memastikan ke pada rio,tapi rio tetap memelukku.sesampai di rumah aku kangen sama suara ian ku pencet no rumah ian.
“ acha sayang, kamu nelfon siapa malem-malem gini..”
“ ian..” rio langsung mengambil telfon genggam ku dan menyuruhkku tidur. keesokan paginya ku merasa ian tidur disamping ku,ku usap kepala ian
“ ian loe kangen ma gue ya,gue juga kangen banget sama loe..”
“ sayang kamu udah bangun..” aku kaget ku kira ian ternyata rio
“ rio ian mana..”
Rio mengajak ku ke halaman dan rio mengambil susu di dapur buat ku.
“ nih minum dulu cha..”
“ ian lagi apa ya..”
“ cha, aku tau kamu ngerasa bersalah sama ian tapi ian tuh sayang sama kamu ian nggak mau ngeliat kamu sedih kaya gini ikhlaskan ya cha..” rio tersenyum dan memeluk ku. selama 1 minggu rio selalu hadir dalam hidup ku, akhirnya aku sadar kalau ian sudah tidak ada, setiap sabtu aku selalu kemakam ian bersama rio
ME AND RIO
Setelah sahabat kecil ku ian pergi meninggalkan aku untuk selama-lama nya, Riolah yang menggantikan ian dalam hidup ku, kini rio menjadi pasangan ku. rio yang dapat buat ku hidup kembali dari kesedihan dan kami pun akhirnya lulus, seandainya ian ada di sini mungkin kelulusan ini lebih berguna. aku dan rio pun satu kampus namun beda jurusan. rio mengambil desain grafis, dan aku mengambil periklanan. aku dan rio adalah pasangan terromantis. aku yang terkenal cewek tercantik dan terpintar, rio sebagai cowok perfect dan di rebutan beratus-ratus cewek. suatu hari rio bercerita tentang ian tanpa sengaja, dan cerita-cerita itu sama sekali belum aku ketahui, ternyata tanpa ku ketahui hubungan kita sangat di restui ian, yang rela melepaskan aku peri kecilnya demi pangeran yang sangat mencintai peri kecilnya. ian pun ternyata sengaja menjauhi aku karena tidak mau mengganggu hubungan aku dan rio, kata rio pun ian sangat sayang sama aku dan ingin sekali melihat aku bahagia dan sukses di masa depan nanti. ian menjauhi aku dan membuat aku pacaran sama rio, karena ian nggak mau melihat aku jatuh cinta padanya dan sedih karena nantinya dia akan meninggalkan aku untuk selama-lamanya. tanpa ku sadari aku mengeluarkan air mata.
“ kamu nggak kenapa-kenapa khan..” aku hanya melihat rio dan aku lari ke taman deket kampus ku. aku di situ hanya menangis.
“ cha maaf ya aku nggak ada maksud untuk..” aku langsung memeluk rio.
“ kamu nggak ada mata kuliah..” aku melepaskan pelukan ku. aku hanya diam.
“ sayang, aku Tanya,.. kamu nggak ada mata kuliah…kok diem di tanyain..”
“ nggak mau belajar ah,…”
“ kamu nggak boleh gitu,..ini tuh kuliah bukan SMA kamu nggak bisa seenaknya..”
“ udah ya aku mau pergi..”
“ nah gitu dong mau masuk ke kelaskan..”
“ enggak mau pulang..” aku langsung pergi,dan langsung memanggil taksi. Tak lama rio menelfon ke ponsel ku, tak ku angkat dan langsung ku non aktifkan. malam nya sekitar jam 7 malam rio datang ke rumah aku.
“ eh yo”
“ kenapa tadi aku telfon di matiin..”
“ lobet…” rio hanya mengangguk.. Aku langsung nonton lagi. tanpa peduli rio ada disamping ku.dan aku menatap rio.
“ kenapa cha..”
“ehmm..nggak aneh ngga aneh ajaa.”
“ udah nonton aja,.. eh iya rio mau minum apa “
“apa aj asal jangan racun tikus..” aku yang langsung mengambil minuman itu dan ku berikan ke rio.
“ ri,besok aku ada pemotretan..”
“ hahhh..pemotretan..” rio hanya diam dan menonton tv.
“ bilang dong kalau aku nggak boleh jadi model..”
Aku langsung lari ketaman rumah ku yang luas.aku baru sadar bunga yang cinta yang tadinya 2 menjadi 3 mungkin hadirnya rio.aku tersenyum.
“ternyata ian yang childish bisa membuat kenangan terindah buat peri kecilnya..” rio duduk di samping ku.
“ cha..”aku langsung bertatapan dengan rio
“ bisa nggak aku ngegantiin ian di hati kamu..”
“ rio..aku dan ian memang sudah terikat batin kasih sayang sebagai sahabat..aku juga nggak bisa bilang kalau kamu nggak bisa ngegantiin ian di hati ku..”
“aku ngerasa kalau kamu…!!!!”aku langsung berdiri dan membelakangi rio.
“kamu mau bilang kalau aku nggak sayang sama kamu,ngapain aku sampai berantem sama ian gara-gara kamu,dan aku juga nggak tau sebesar apa sayang kamu ke aku..”
“ maaf cha,kamu bener aku nggak akan bisa ada di hati kamu untuk ngegantiin iann”
“ pliss..pliss rio jangan ungkit ian lagi,kamu piker aku udah total ngelupain ian,,belum ri..”
“ maafin aku,aku terlalu memaksakan ini semua karena aku ngga mau melihat kamu sedih dan aku pengen kamu kembali kea cha yang dulu”
Aku mengusap air mata rio.aku tersenum dan rio langsung mencium bibir ku dengan kehangatan.dengan di saksikn bulan dan bintang.ke esokan pagi rio menjemputku dengan motornya.tumben aja katanya sih dia udah bosen sama mobilnya.kita pergi ke makam ian dan membawa kue tart karena tanggal 11 juni ian ulang tahun,yang ku 17 tahun,ya dia memang masih kecil tapi pintar buktinya 17 tahun udah lulus.
Rio selalu ingin menjadi yang terbaik di hatiku,dari di mulai kelas 3 SMA dia selalu ngedeketin aku walaw selalu di sewotin sama Ian.waktu ian meninggal dia sangat sabar menghadapi aku yan nagis terus-menerus.rio….hanya rio yang selalu ada di samping aku di saat aku sedih,bahagia,gundah,atau pun stress.namun a-u semakin takut kehilangan rio ketika rio masuk ruang ICU karena tertabrak mobil dengan kecepatan yang sangat tidak normal.aku yang resah sendiri tanpa ada orang di sisi ku aku takut yang ke dua kalinya aku kehilangan orang yang aku sayang,tiba-tiba dokter itu keluar.
“ dok gimana ke adaan rio..” dokter itu hanya diam dan takut mengatakan semua ini.
“bicara dok,saya akan terima semuanya kok”
Tiba-tiba suster itu memberi secarik kertas,kertas itu dari rio.
“ nak acha sabar ya..”
Au melihat seserang itu terbaring di tempat tidur dan di tutupi kain kafan”
“riiiiooooooooo……kenapa ini musti terjadi..”aku hanya duduk lemas di hadapan dokter itu membantu aku untuk bangun,dan duduk di kursi.aku membaca surat itu.
Surat dari rio
Cha, ku kira dulu kau dengannya berhubungan tapi setelah ku tau dari ian ternyata kau hanya seorag peri kecilnya, yang selau mencintai peri kecilnya, sifat ku yang dingin terhadap cewek itu adalah karena aku hanya ingin kamu yang ada di hati ku, aku rela jaga kamu 24 jam non stop supaya kamu bahagia karena aku dan ian nggak ingin melihat kamu sedih. maaaaff… banget cha suatu saat nanti aku di jemput untuk menyusul ian dan aku harus meninggalkan mu, namun hati ku akan selalu ada untuk malaikat kecil ku.. acha sayang jangan menagis karena banyak yang menuggu senyum mu.jangan menodai pipi kamu itu karena kamu nggak pantes untuk menagis.
ACHA MAFAICHA DWIATAMA
IAN ALJIARAN DWI TOMO
DAN…….
RIO RASULINO SAPUTRA
Kita adalah cinta sejati dunia
Semangat acha
Aku sedikit lega dengan surat ini. aku pun nggak mau terlalu cepat mencari cowok karena cinta ku masih abadi hanya untuk ian dan rio.
KENANGAN BERSAMA IAN
Aku dan ian sudah bersahabat kurang lebih 17 tahun aku dan ian selalu bersama dari SD, SMP, hingga saat ini kami selalu sekelas dan satu sekolah.setiap hari minggu ian selalu datang ke rumah ku untuk jogging bersama sekaligus menganggung ku yang setiap pagi selalu menghirup udara pagi di teras rumah ku yang di kelilingi bunga mawar, melati, dan lain-lain. Aku dan ian sering bercanda di lapangan basket yang sangat luas.ian juga pernah mengajak ku keatap rumah ku kami sering melihat bintang-bintang yang indah. kami mempunyai2 bintang yang indah ketika kami pisah bintang itu terpisah, ketika kami bahagia bintang itu berdekatan dan berkedap-kedip seolah olah dia mengikuti kehidupan aku dan ian. Suatu hari kami melihat bintang jatuh
“ cha lihat ada bintang jatuh..”
“ loe masih percaya adanya bintag jatuh ian..”
Ian yang sudah menutup mata dan akupun juga meminta sesuatu buat masa depan ku, setelah aku membuka mata aku melihat ian masih menutup mata.
“ ian loe tidur ya…” ian tetep menutup mata sambil tersenyum,aku melihat dia agak lama,akhirnya tidak lama kemudian ian membuka matanya dan mengalir air mata di pipi ian.
“ cha entar kalo loe udah berumur 17 tahun siapa ya pangeran sejati loe…” aku hanya tersenyum dan menatap mata ian yang berlinang air mata.
“ cha kok loe liat gue kaya gitu..” lagi-lagi aku hanya tersnyum dan menghapus air mata yang membasahi pipi ian yang putih itu.ian pun tersenyum.
“ ian kita itu masih 14 tahun perjalanan kita masih panjang, tapi walaw gue udah punya pangeran sejati gue, di hati gue hanya ada loe sahabat terbaik gue karena gue sayang loe …” aku langsung memeluk ian.
Aku dan ian sering mengikuti lomba-lomba antar sekolah tapi aku yang hobi melukis dan ian yang hobi main basket, kami selalu menang juara 1 - 15 -sejakarta.ian yang menang sebagai pemain terbaik.
Ketika SMA kelas 3 kami sekelas lagi dan satu tempat duduk, walau satu teman kita Lulu tidak sekelas kami selalu bersama.suatu saat di kelas kami ada anak baru yang namanya Rio, yang gayanya satay cool, maco, keren, dan body nya yang sispack, rambut ala jappanies style dan muka yang fresh, buat seluruh cewek di sekolah ku tergila-gila termasuk aku, ya bisa di artikan ke tenaran ian menurun drastis, tapi aku tetep sayang ian sebagai sahabat.
Di kelas tiga ini persahabatan aku dan ian sedikit renggang, karena kedekatan aku dan rio. aku dan rio dekat berkat restu ian juga,dengan kemurahan hati dn tulusnya hati ian pada ku, aku merasa bersalah sama ian kenapa aku bisa melupakan ian begitu saja sosok ian selalu buat hari-hari ku berwarna.ian menghilang begitu saja. terakhir ku lihat wajah ian pas rio menyatakan cintanya di rumah ku, disitu ian hanya tersenyum dan ketika aku berciuman ian menghilang begitu saja, begitu jahatnya aku, aku melupakan janji ku untuk selalu ada di samping dia. suatu hari rio menanyakan kabar ian aku langsung teringat aku langsung melihat daftar absent ternyata ian udah enggak masuk selama2 bulan. Setelah sampai di rumah aku langsung menelpon ke ponsel ian ternyata nggak aktif dan ke rumahnya nggak diangkat aku semakin khawatir.akhirnya aku pergi ke rumah ian, aku semakin ngga peduli dengan larutnya malam sekitar jam 12 malam.ketika aku ke rumahnya tak ada satu orang pun yang keluar suasana rumah ian sangat sepi, tiba-tiba ku lihat sosok ian ada di hadapan ku yang membelakangi ku.
“ ian loe kemana aja…”
“ ian gue khawatir sama loe, maafin gue yaa gue ngga menepati janji gue untuk selalu ada di sisi loe,ian liat gue…!!...” tiba-tiba ian pergi dan terlintas wajah ian yangku lihat dari jauh dengan muka pucat dengan derai air mata dan banyak kabel–kabel di tubuh ian, ian pun enghilang begitu saja dari hadapan ku,aku tersadar kalau itu bukan ian, tiba-tiba satpam yang mengagetkan ku dari belakang.
“ neng…ngapain di sini malam-malam..” aku terkaget dan tersenyum..
“neng ngga pantes cewek secantik neng malam-malam ada disini ,ada perlu apa..neng.”
“ emmm gimana ya pak saya mau nanya bapak tau nggak kemana orang-orang yang ada di rumah ini..”
“ ooo…seminggu yang lalu ada ambulance ke sini.”
“ hahh……apa !!!siapa pak yang sakit..” aku yang kaget sekaligus cemas.
“mas ian neng……”
“ APAA…BAPAK NGGA SALAH KAN…”
Aku langsung pergi ke rumah sakit mencari ian dan aku menghubungi rio untuk nyusul ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit aku melihat ibu ian yang sangat sedih.
“ tante, ian gimana keadaanya..” ibu ian langsung memeluk ku sambil menangis.
“ lihat ke dalam nak..mudah-mudahan dengan kedatangan ku buat ian tersadar, dari komanya selama 2minggu..”
Setelah ku masuk kaki ku langsung lemas tapi aku langsung berusaha berjalan menuju ian,ternyata yang ku lihat di rumah ian tidak boongan.
“ ian maafin aku, seandainya posisi kamu bisa tergantikan, aku mau ngegantiin posisi kamu ini..” aku hanya bisa menangis di tangan ian yang belum juga sadar, tidak lama rio datang.
“ sabar ya sayang..” rio memeluk ku dan berusaha buat ku tegar.
“ ri… pasti ian tersiksa, kenapa ya aku musti jahat sama ian..”
“ cha kamu ngomong apa sih……”
Tak lama ian sadar dan memaggil nama aku. aku langsung tersenyum.
“ian ini gue acha……”
“ian loe harus sembuh ya,gue bakal main basket sama loe lagi,gue bakal main jogging sama loe… gue nggak bakal marah saat loe gangguin gue kalo lagi merasakan kesegaran bunga yang di halaman rumah gue…ian pliss demi gue loe harus semangat, loe harus sembuh…”
Ian hanya tersenyum dan memegang pipi ku hanya bisa menatap ku, rio yang berada di samping ku membisiki ku kalau aku jangan terlalu banyak berbicara sama ian takut ian kecapean, aku melihat ian sedang ngap-ngapan seperti sesak nafas aku semakin panic, aku cepat-cepat memanggil dokter.
Aku, rio, brian(adik ian). dan mama ian, kami menunggu ian di luar dengan berjuta perasaan panic dan cemas dengan keadaan ian. tak lama dokter itu keluar dari ruangan ian.
“ gimana dok..” Tanya ibu ian dengan cemas
“ maaf bu ini di luar kemampuan saya,ian tak dapat di tolong lagi..” aku terduduk lemas dan tak mampu berbuat sesuatu,dan aku melihat ian di dorong di tempat tidur dengan tertutup kain putih. aku hanya dapat memeluk rio dan rio menuntun ku pergisetelah bberapalangkah aku merasakan ke beradaan ian di belakang ku.. ketika ku tengok ke belakang ternyata ian benar ada.
“ ian…” aku hanya menatap ian dan ian tersenyum dan membuat semangat buat ku,ian menghilang gitu aja.
“ cha pulang ya sayang…”
“ ri,..masih ada nggak ya sosok ian nanti di sekolah..” rio langsung memelukku
“ sayang dengerin aku ya ian nggak akan pernah peri dari hati kita..” aku dan rio beranjak pulag di tengah jalan entah kenapa mobil rio berhenti mendadak.
“ kenapa ri…” aku dan rio langsung beranjak keluar aku kaget melihat seorang laki-laki main basketdi tengah jalan dan membeakangi ku lama-lama ku perhatian seperti ian aku hampiri sosok lelaki itu.
“ ian…loe besok sekolah dong..gue tunggu ya… “ian hanya menggeleng,dan lama kelamaan ian menghilang dan rio mengejarku dan membawaku pulang.
“ sayang sadar ian udah ngga ada.”
“ NGGAk ADA APA,…… TADI DIA MASIH MAIN BASKET KAMU LIATKAN…” dengan nada memastikan ke pada rio,tapi rio tetap memelukku.sesampai di rumah aku kangen sama suara ian ku pencet no rumah ian.
“ acha sayang, kamu nelfon siapa malem-malem gini..”
“ ian..” rio langsung mengambil telfon genggam ku dan menyuruhkku tidur. keesokan paginya ku merasa ian tidur disamping ku,ku usap kepala ian
“ ian loe kangen ma gue ya,gue juga kangen banget sama loe..”
“ sayang kamu udah bangun..” aku kaget ku kira ian ternyata rio
“ rio ian mana..”
Rio mengajak ku ke halaman dan rio mengambil susu di dapur buat ku.
“ nih minum dulu cha..”
“ ian lagi apa ya..”
“ cha, aku tau kamu ngerasa bersalah sama ian tapi ian tuh sayang sama kamu ian nggak mau ngeliat kamu sedih kaya gini ikhlaskan ya cha..” rio tersenyum dan memeluk ku. selama 1 minggu rio selalu hadir dalam hidup ku, akhirnya aku sadar kalau ian sudah tidak ada, setiap sabtu aku selalu kemakam ian bersama rio
06.13
untilited
ku berjalan
untuk bertahan
yang kurasakan
cerita yang penuh beban
Akan kah ada jawaban
untuk mengharap suatu tujuan
Akankah kita selalu bersama dalam cinta
Kau akan selalu dihatiku
Ku akan menjaga mu
Walaw kau tinggalkan ku
Karena dirimu maya untuk ku
untuk bertahan
yang kurasakan
cerita yang penuh beban
Akan kah ada jawaban
untuk mengharap suatu tujuan
Akankah kita selalu bersama dalam cinta
Kau akan selalu dihatiku
Ku akan menjaga mu
Walaw kau tinggalkan ku
Karena dirimu maya untuk ku
06.02
hanya dia
Dulu…
berjuta puisi ku buat untuk diri mu
berjuta harapan berada di hati
beribu rasa tlah ku lalui
namun..
kemarin..
hari ini…
esok..
atau lusa..
aku takkan pernah peduli
apa yang ku rasa
kini tlah ku dapat suatu perasaan yang hilang begitu saja benci…
kesal…
semua itu tak pernah ada namun
aku tak pernah ingin mendengar nama mu di telinga ku
aku takut menjalani cinta..
yang dapat membutakan hati ku lagi mungkin karena aku
terlalu menyayangi diri mu,
dan ingin selalu menjaga mu
kini semua berubah drastis
dan aku sangat bahagia dengan ini semua,
namun terimakasih atas seluruh kebaikan mu
buat ku selalu hadir dalam setiap harinya
karena sebelum ku mengenal mu aku tlah mati.
berjuta puisi ku buat untuk diri mu
berjuta harapan berada di hati
beribu rasa tlah ku lalui
namun..
kemarin..
hari ini…
esok..
atau lusa..
aku takkan pernah peduli
apa yang ku rasa
kini tlah ku dapat suatu perasaan yang hilang begitu saja benci…
kesal…
semua itu tak pernah ada namun
aku tak pernah ingin mendengar nama mu di telinga ku
aku takut menjalani cinta..
yang dapat membutakan hati ku lagi mungkin karena aku
terlalu menyayangi diri mu,
dan ingin selalu menjaga mu
kini semua berubah drastis
dan aku sangat bahagia dengan ini semua,
namun terimakasih atas seluruh kebaikan mu
buat ku selalu hadir dalam setiap harinya
karena sebelum ku mengenal mu aku tlah mati.
23.46
KESALAHAN TERHADAPAN PERSAHABATAN INI
adakah kesalahan terhadap persahabatan kita
Apakah kita mampu mengahadapi masalah kita
Aku…
Kamu…
Kita….
Semua telah satu jiwa
Akankah keretakan ini akan bersatu
Akankah kita saling mengerti….
Disini aku yang salah..
Teman…kau selalu di hati
Aku tak mampu menghadapi ini semua
Apa yang harus ku perbuat
Lemah ku tanpa
Senyummu…
Kehadiranmu….
Dan…..kasih saying mu
Aku tak tau mampukah diriku menghapus semua
Walau kau melihat ku selalu tersenyum
Namun hati ku tak tersenyum sedikit pun
Ketidak nyamanan telah ku rasakan saat ini
Yakini diri mu kalau kita pasti bersatu
Apakah kita mampu mengahadapi masalah kita
Aku…
Kamu…
Kita….
Semua telah satu jiwa
Akankah keretakan ini akan bersatu
Akankah kita saling mengerti….
Disini aku yang salah..
Teman…kau selalu di hati
Aku tak mampu menghadapi ini semua
Apa yang harus ku perbuat
Lemah ku tanpa
Senyummu…
Kehadiranmu….
Dan…..kasih saying mu
Aku tak tau mampukah diriku menghapus semua
Walau kau melihat ku selalu tersenyum
Namun hati ku tak tersenyum sedikit pun
Ketidak nyamanan telah ku rasakan saat ini
Yakini diri mu kalau kita pasti bersatu
23.23
BERTAHAN DEMI SESEORANG
Bertahan demi seseorang yang membuat diri ini maya adalah …
kegelisahan untuk diri ku..
tuhan harus sebesar
seikhlas apa lagi yang harus ku lihatkan…
tuhan cinta ku bukan untuk memiliki
namun aku hanya ingin ada ke jujuran sedikit aja
aku mohon tuhan ..
aku akan menantinya bila ia menanti ku
maka penantian buat ku itu
adalah…
sebuah penantian yang sangat berarti…
Langganan:
Postingan (Atom)
